KEAGUNGAN ALLAH SWT

Belakangan ini sering sekali nampak keanehan-keanehan yang bermunculan di seantero dunia. Mulai dari bencana meledaknya pipa gas di sidoarjo yang mana apinya membentuk lafal Allah. Bencana tsunami di aceh yang mana banyak anak kecil yang di tolong oleh seorang laki-laki tua yang memakai baju putih, masjid yang berada di pinggir pantai tak hancur sama sekali dan warga yang mengungsi di masjid selamat. Dan baru-baru ini bencana Situ Gintung di daerah Tangerang yang mana banyak rumah-rumah bagus, mobil-mobil mewah yang hancur dan berserakan. Namun coba kita lihat. Mungkin anda juga sudah tau, sebuah masjid di pinggiran sungai tak hancur sedangkan di sekelilingnya sudah tak ada lagi rumah yang berdiri kokoh seperti masjid itu. Menurut akal sehat itu tidak mungkin terjadi, namun bagi Allah tak ada yang tidak mungkin. Seperti firman-Nya:

“Innama amruhuu idza arooda syai’an an yaquula lahu kun fayakun”

“Sesungguhnya perintah-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : “Jadilah!” maka terjadilah ia.”

Dan bahkan seorang korban setempat menuturkan “ saat bencana terjadi saya dan keluarga saya sudah terbangun untuk menjalan sholat shubuh, setelah itu saya terdengar suara gaduh saya kira itu suara orang berteriak maling, namun setelah beberapa saat kemudian air menghantam rumah saya dan akhirnya saya berusaha menyelamatkan diri. Dan saat rejangan yang kedua kalinya saya menemukan kasur dan saya mencoba menaikinya. Namun, saat itu saya merasa kesulitan untuk menaikinya, setelah beberapa saat kemudian serasa diri saya merasa ada yang mengangkat dan dengan mudahnya saya menaiki kasur tersebut. Saat bencana telah usai saya mencoba mencari keluarga saya yang hilang da…. Alhamdulillah semuanya selamat”.

Bencana selalu datang dengan tiba-tiba tanpa adanya suatu tanda-tanda. Mungkin Allah telah mengingatkan kita untuk selalu ingat kepadanya. karena kita talah banyak dosa dan melupakan Allah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya. Oleh karena itu marilah kita ambil khikmah dari bencana ini betapa mulyanya Allah sehingga Allah memberu petunjuk melalui musibah ini agar kita selalu mengingatnya. Tentunya kita tak hanya mengingatnya tapi, harus di sertai dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

HUMANKIND of the FOOD SIMILE

Humankind of the simile of Food food would fast rotted if in placed in the place that was open. However, food would not fast rotted when in placed in frezeer. That in caused food that was in the place was open dirtiest by microbes that roamed about in air. And in this microbe was gotten whichever enzyme this enzyme will react so as microbes that clung to breeding food that caused this food to be faster rotted. It is another matter with food that was gotten in frezeer. The microbe that was gotten in makann this more for a long time bred because the enzyme that was gotten in the microbe could not react stably. That was caused because the enzyme could not keep the higher temperature. The enzyme will react maximally if his temperature reached between 400 C so, if his temperature more than that then the enzyme could not react. So also humankind in modern this many of the we outside there lived in the life that

MANUSIA IBARAT MAKANAN

manusia ibarat makanan Makanan akan cepat membusuk apabila di taruh di tempat yang terbuka. Namun, makanan tidak akan cepat membusuk bila di taruh di frezeer. Itu di karenakan makanan yang berada di tempat terbuka tercemar oleh mikroba-mikroba yang berkeliaran di udara. Dan di dalam mikroba tersebut terdapat enzim yang mana enzim tersebut akan bereaksi sehingga mikroba-mikroba yang menempel pada makanan berkembang biak yang menyebabkan makanan tersebut lebih cepat membusuk. Lain halnya dengan makanan yang terdapat dalam frezeer. Mikroba yang terdapat dalam makann tersebut lebih lama berkembang biak karena enzim yang terdapat dalam mikroba tidak mampu bereaksi dengan stabil. Itu disebabkan karena enzim tidak mampu menahan suhu yang lebih tinggi. Enzim akan bereaksi secara maksimal jika suhunya mencapai antara 400 C jadi, jika suhunya lebih dari itu maka enzim tidak mampu bereaksi. Begitu pula manusia pada zaman sekarang ini banyak diantara kita di luar sana hidup dalam kehidupan yang bebas. Maka mikroba-mikroba manusia dari luar tak segan-segan menempel pada diri manusia yang akan mempengaruhi mereka, sehingga mereka lebih cepat terpengaruh olehnya. karena sudah tak ada lagi yang mampu membentengi mereka layaknya makanan yang berada dalam tempat terbuka. Berbeda dengan manusia yang hidupnya mempunyai aturan-aturan dan pedoman hidup, mereka akan berpikir dulu sebelum bertindak. “Apa dampak dari ajakan ini kepada saya. Positifkah…? atau malah akan menjerumuskan?”. Hendaknya kita jangan mudah percaya dengan adanya aliran-aliran atau faham-faham baru. Sebelum kita mengetaui lebih dalam tentang semua itu sebelum kita terjerumus dalam kenestapaan yang akan menghancurkan diri kita sendiri. “Naudzubillahimindzalik”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.