SURI TAULADAN NABI MUHAMMAD SAW

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahhirobbli alamin wassholatuwassalamu alaa asyrofil anbiya’I wal mursalin wa’ala alihi wasohbihi ajmain. Amma ba’du

Yang saya muliakan kepala SMKN 1 PASURUAN
Yang saya hormati para dewan guru SMKN 1 PASURUAN
Dan tak lupa kepada seluruh siswa yang saya cinta sayangi.

Marilah kita senantiasa menghaturkan rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan kita berjuta – juta dan bahkan lebih nikmat dan rahmatnya kepada kita semua sehingga pada hari ni kita bias bertatatp muka dala keadaan sehat wal afiat dalam acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tak lupa sholawat serta salam selalu tercurah pada Nabi akhiruz zaman yakni Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang yakni Islamic religion.

Dalam pidato ini saya akan mengambil tema :

“ SURI TAULADAN NABI MUHAMMAD SAW “

BISMILLAHIRROHMANIRROCHIM

LAQOD KAANA LAKUM FI ROSULLILLAHI USWATUN KHASANATUL LIMAN KAANA YARJULLOHA WAL YAUMAL AKHIRO WADZAKAROLLOHU KATSIRO. ( QS. Al Ahzab : 21)

”sungguh telah ada bagi kalian ( diri, perilaku, dan ucapan ) Rosululloh ( Nabi Muhammad SAW ) panutan yang baik, yakni bagi orang yang mengharap ( Ridho ) Allah SWTdan hari akhir ( Hari Akhir ).”

Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa nabi Muhammad SAW adalah seorang manusia yang pantas menjadi panutan atau pedoman bagi kita, karena begitu mulianya beliau dan sangatlah istimewa tak ada yang mampu menandinginya.

Mengapa harus Nabi Muhammad?

Padahal kita ketahui beliau adalah Nabi yang paling terakhir.
Jawabannya adalah karena semuanya kehendak Allah SWT. Hal itu di buktikan dengan terciptanya Nur Muhammad jauh sebelu terciptanya Nabi Adam AS.

Dan saat Nabi Adam pun bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT karena pernah suatu Nabi Adam AS masih tinggal Disurga beliau melihat banyak lafadz Allah Muhammad di dinding surga. Dan Nabi Adam pun berkata Sungguh nama ini adalah kekasih Allah. Karena tak sembarang nama yang ada di dinding surga ini.

Maulid Nabi adalah bukan hanya memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Melainkan juga pada hari dan tanggal yang sama ada 3 kejadian yakni hari lahir, hijrah dan wafat beliau.

Nabi lahir pada tanggal 12 Robiul awal tahun gajah.

Kenapa di sebut tahun gajah?

Karena kaum Quraisy sudah tahu bahwa akan ada seorang pemimpin yang bukan dari golongan mereka yang akan menghancurkan kau mereka maka mereka tak ingin Nabi Muhammad lahir. Maka dari itulah mereka mengerahkan seluruh pasukannya dengan menaiki gajah – gajah yang sangat besar dan jumlahnya pun banyak. Namun allah tak tinggal diam dengan mereka ( kaum Quraisy ). Allah mendatangkan burung fil yang amat banyak dan setiap burung membawa sebutir api neraka yang amat sangatlah panas. Akhirnya merekapun kalah, gajah – gajah yang besar itu mati semua karena terkena api yang dibawa dari neraka itu. Dan kisah inilah Allah menurunkan Surah Al Fil.

Nabi Muhammad lahir dalam keadaan yatim. Karena ayahnya wafat semenjak Nabi masih dalam Kandungan. Akhirnya Nabi pun diasuh oleh pamannya yakni Abdul Muthollib.

Pada saat remaja Nabi selalu disakiti oleh kaum Quraisy. Karena tidak terima dengan adanya pemimpin yang bukan dari golngan mereka. Setiap hendak ke Masjid Nabi selalu di ganggu. Ada yang meludahinya, dan juga melemparinya dengan tinja. Sungguh kejamnya mereka. Tapi apa yang terjadi? Nabi hanya diam. Tapi bukan berarti Nabi takut dengan mereka. Hanya karena kesabaran Nabi lah yang menjadikan Nabi tak memberikan balasan ( Innalloha ma’as sobirin ). Malah suat ketika Nabi merasakan suatu yang janggal yakni dalam beberapa hari ini tak ada lagi orang yang melempari Nabi dengan tinja. Ada apa dengan orang itu? Nabi pun mencari tahu tentang dia. Dan akhirnya Nabi mendapati kabar kalau dia sedang sakit. Akhirnya Nabi pun langsung menjenguknya dengan membawakan oleh – oleh yang banyak.orang itupun ketakutan ketika Nabi dating dan meminta maaf kepada Nabi. Nabi memaafkannya dan memberinya oleh – oleh. Seketika itupun orang itu langsung bertaubat dan berima. Subhanallah….

Demikian pidato dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua dan juga dapat di ambil hikmahnya. Amien.. tak lupa juga saya meminta maaf bila ada kata – kata yang kurang berkenan karena “ al insane machallul khoto’ wan nisyan “ ( manusia tempatnya luput dan salah ). Akhirl kalam wabillahi taufiq wal hidayah jazakumulloh achsanal jazaa.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ditulis dalam Religi. 1 Komentar »

SAY NO TO VALENTIN’S DAY

MUKADDIMAH

Umat Islam di Indonesia, khususnya warga NU, selalu mengadakan Haul dalam rangka mengenang sejarah atau biografi seorang yang ditokohkan. Acara itu diisi dengan pembacaan kalimat tayyibah, tahmid, tahlil. bahkan tidak jarang juga diisi dengan pembacaan maulid serta ceramah agama dari pemuka-pemuka agama yang hadir di situ. Oleh sebab itu, momentum Haul selalu dinanti oleh umat Islam dengan tujuan, menapaktilasi dan meneladani rekam jejak perjuangan orang yang di-Haul-i.

Akan tetapi, saat ini, peringatan Haul bukan hanya monopoli umat Islam semata. Dalam beberapa tahun belakangan, ada acara yang terlihat lebih semarak dan membahana suasananya yaitu peringatan Valentine`s Day (V-Day).

V-day sering diidentikkan sebagai hari kasih sayang; hari menumpahkan segala perasaan kepada kekasih yang dicintai. Banyak cara dilakukan untuk menambah semarak acara V-Day, di antaranya, acara dansa-dansi, pemberian coklat, hadiah bunga, memakai pakaian serba berwarna merah muda. Lebih dari itu, momen ini juga dijadikan ajang pembuktian ‘cinta’ yang memuakkan dengan free sex. Sungguh sebuah peringatan hari kasih sayang yang berbahaya. Terlebih yang menjadi korban dari intervensi budaya negatif ini adalah para pemuda (muslim) tumpuan agama.

Yang lebih menyedihkan, ternyata acara V-Day mendapat promosi besar-besaran dari berbagi media massa. Tidak ketinggalan pula Mall-mall dan pusat-pusat perbelanjaan juga bersolek dengan mengemas acara bertema kasih sayang. Dari semua itu, kita mesti waspada, sebab V-Day merupakan salah satu ritual yang diupacarai demi mengenang kematian seorang pendeta. Untuk itu, kita harus mengetahui latar belakang V-Day, hukum merayakannya dan dampak dari perayaan itu sendiri.

SEJARAH V-DAY

Banyak versi mengenai V-Day. Versi-versi itu berkembang seiring dengan perjalanan waktu.

Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.

Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.

Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.

Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.

Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta tersebut.

Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.

Dan karena Lupercalia dimulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.

Meskipun demikian, masih banyak versi terkait sejarah V-Day. Latar belakang V-Day bisa disimak di dalam The World Encyclopedia, dan The Chatolic Encyclopedia Vol. XV

MENGGAPAI CINTA SEJATI

Adalah sebuah ilusi hidup tanpa cinta. Kata seorang sastrawan ‘sufi’ Indonesia, Kuswaidi Syafi`i (2003 : ix), cinta merupakan cahaya segala amal, bobot segala upaya, pamor segala tindakan. Cinta pastilah senantiasa muncul melalui segelintir orang pilihan-Nya, sebab cinta sampai kapan pun tetaplah merupakan satu-satunya pilihan hidup yang ideal, yang sanggup menyuguhkan kebeningan dan kesegaran batin, yang mampu meneruskan estafet nilai-nilai kemanusiaan universal, yang bisa memperkukuh nilai-nilai kemanusiaan universal, yang bisa memperkukuh tali sambungan dengan-Nya. Karena itu, lanjutnya, hidup tanpa cinta pasti menjadi ambruk.

Persoalannya, bagaimana cara menyalurkan cinta pada tempat yang sebenarnya. Mahkota cinta sering ditaruh dengan sekenanya. Atas nama cinta dua insan yang berlawanan jenis saling memadu kasih yang menjijikkan di hotel kelas melati hingga hotel berbintang, atas nama cinta sepasang kekasih yang sedang kasmaran menyalurkan syahwatnya tanpa ikatan pernikahan, atas nama cinta pula si gadis merelakan kesuciannya direngut oleh pacar “berhidung belang”. Padahal, banyaknya perilaku menyimpang dalam mengartikan cinta berakibat lumpuhnya akal dan kalbu. Dalam diri manusia sendiri, terkumpul lima komponen dasar : Ruh, hati, akal, Dzauq (perasaan), dan nafsu. Celakanya, banyak kaum muda dan dewasa yang mengaktifkan nafsu semata, sementara ruh, hati, akal, dan dzauq tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Di atas segalanya, baginda Rasul saw pernah bersabda,

اَلرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْماَنُ اِرْحَمُوْا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

“Orang-orang penyayang akan dikasihani oleh Tuhan Yang Maha Penyayang, Maha Suci lagi Maha Tinggi. Sayangilah mahkluk yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh yang di langit”.

Makna hadits ini adalah (Nawawi Al Jawi:1426), Orang-orang yang menyayangi segenap mahkluk di bumi, baik manusia maupun hewan yang dilindungi, yaitu memperlakukan mereka dengan perlakuan baik, maka Allah akan menyayangi mereka yang melakukan perbuatan itu.

Lebih dari itu, cinta merupakan naluri manusia. “Tiada manusia yang tiada memiliki cinta, tiada kebaikan bagi orang yang tiada cinta. Tiada keindahan dan kenikmatan di dunia jika kita menyendiri tanpa perasan cinta,” demikian cetus Al Abbas bin Al Ahnaf seperti dikutip Ibnul Qoyyin Al Jauziyah dalam Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul `Asyiqin.

SIKAP KITA?

Sikap kita mestilah berbanding lurus dengan sikap yang mencerminkan jati diri seorang muslim. Perayaan hari kasih sayang atau V-Day tidak lebih sekedar upaya peringatan kematian seorang pendeta yang dipandang sebagai ‘martir’ cinta. Berbicara tentang cinta dan kasih sayang, Islam tidak kehabisan bahan untuk itu. Terlebih salah satu pondasi berdiri tegaknya ajaran Islam karena Rahmatan lil Alamin yang salah satunya memprioritaskan hak (cinta) kepada Allah dari yang lain.

Hanya saja, alih-alih menjajal cinta kepada Allah justru cinta kepada sesama manusia sering disalahtafsirkan dengan berpacaran, ber-kholwah (berdua-duaan) di tempat-tempat ramai atau sepi, melakukan hubungan biologis pra-nikah. Akibat dari peringatan V-Day ini lahirlah anak-anak tanpa bapak disertai merajalelanya aborsi.

Paling tidak, sudahkah kita membaca, mengetahui dan mengamalkan firman Allah SWT dalam surah Al Isra`36 :

Ÿوَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya”.

Di dalam Islam tidak ada hari raya selain hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Lagi pula, ungkapan cinta dan kasih sayang tidak perlu diutarakan pada waktu-waktu tertentu. Tidak perlu menunggu tanggal 14 Februari. Sebab, cinta adalah naluri manusia yang diberikan Allah kepada setiap insan. Jadi, kapan dan di mana pun juga, ekspresi cinta bisa diungkapkan setiap saat.

Sementara itu, Rasul bertutur : “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka dia termasuk dari kaum tersebut”.

Sabda Nabi saw lainnya : “Kamu akan mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu tetap mengikuti mereka”. Kami bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah yang anda maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashrani?” Rasulullah menjawab, “Kalau bukan mereka, siapa lagi?” (HR. Bukhari-Muslim)

V-Day adalah bencana budaya buat kita semua. Meski begitu, belumlah cukup sekedar fatwa haram tanpa dicarikan solusi yang memadai sehingga kawula muda bisa meletakkan cinta sesuai pada tempatnya.

Akhirnya, peringatan V-Day sudah waktunya kita eliminasi lalu kita jadikan sebagai monumen kecelakaan sejarah yang tidak perlu ditangisi apalagi diikuti.

By. http://www.forsansalaf.com/2010/valentines-day-“haul”-nya-seorang-pendeta/

Kemeriahan Maulid Nabi Muhammad SAW

Sungguh aku terharu saat melihat begitu meriahnya acara dalam menghormati hari paling mulia yakni hari lahir, wafat dan hijrah Nabi Muhammad SAW utamanya di daerah Pasuruan.

Saat setelah melaksanakan sholat magrib bersama, warga berbondong – bondong datang ke musholla dengan membawakan aneka hiasan, dan juga sebelumnya mereka telah menghias musholla tersebut dengan aneka gantungan baik mainan, makanan, dan sebagainya juga turut meramaikan acara demi acara pada malam yang penuh dengan rahmat.

Tak lupa juga lantunan sholawat yang dihaturkan kepada beluai terus mengalir tiada henti, serasa pikiran akan duniawi hilang sudah. Terutama saat machallul qiam dikumandangkan aneka gantungan yang ada di atas pun habis ludes direbut oleh para remaja dan anak – anak. Tak lupa juga ada sebagian yang memberikan sedikit uangnya dan melemparkan uang logam kepada para remaja untuk direbut, karena uang dari acara yang mulia ini menganung berkah.

Tak cumin itu saja, setiap tahun peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW juga dilakukan pada 1/3 malam yakni sekutar pukul 12.00 WIB hingga menjelang fajar, karena pada malam itu merupakan detik – detik kelahiran Nabi.

Sunnguh malam yang penuh dengan rahmat. Malam yang luar biasa. Lantunan sholawat salam terus terkumandangkan di kawasan Pasuruan.

Sungguh aku bangga menjadi umatmu ya Nabi. Karena engkau adalah makhluk yang paling mulia yang diciptakan oleh ALLAH SAW. Karena kelak di hari kiamat engkau akan menjadi panglima dari kami, engkaulah yang kelak akan menolong kami. Begitu mulianya engkau ya Nabi akhiruz zaman. Engkau pancarkan cahayamu sehingga kami tetap berada dalam jalan yang benar. Semoga kami selalu tetap berada dalam nurmu,

By. H2SO4

TANDA TANDA QIAMAT

OLEH : Puputan Bayu Dewangga 19 Desember jam 13:50 Balas

Hudzaifah bin As-yad al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad S.A.W kepada kami lalu bertanya, “Apakah yang sedang kamu bicarakan?”
Lalu kami menjawab, “Kami sedang membincangkan tentang hari Kiamat.”
Sabda Rasulullah S.A.W. “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :

· Asap
· Dajjal
· Binatang melata di bumi
· Terbitnya matahari sebelah barat
· Turunnya Nabi Isa A.S
· Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
· Gerhana di timur
· Gerhana di barat
· Gerhana di jazirah Arab
· Keluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat
pengiringan mereka.

Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S sampai hari kiamat. Dajjal boleh membuat apa saja perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan di antara kedua matanya tertulis perkataan ‘Ini adalah orang kafir’.
Asap akan memenuhi timur dan barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafir pula keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.

Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekkah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S dan cincin Nabi Sulaiman A.S.
Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’.

Turunnya Nabi Isa. A.S di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh dajjal. Kemudian Nabi Isa A.S akan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.
Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum niscaya tidak akan tinggal walau pun setitik.

Rasulullah S.A.W telah bersabda, ” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq”
Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk saja, Al-Qur’an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari dzikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah, dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan semua yang disebut adalah tanda-tanda hari kiamat.”

Sabda Rasulullah S.A.W, “Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, menderhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, orang dimuliakan kerana ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan karena takut kepada Allah, maka semua itu adalah tanda-tanda kiamat.”

Jadi sekarang, siapa yang sampai saat ini percaya bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012 merupakan kebodohan suatu kaum yang fasik. Sebagai umat islam mari kita ubah paradigma itu dan sebagai umat islam mari kita berdoa agar semua saudara seiman kita mendapatkan perlindungan dari semua tanda – tanda kiamat tersebut.

Vaksinasi Meningitis Untuk Calon Jamaah Haji Dalam Pandangan Hukum Islam

By : tamam.elva`s_row@ny

Ada yang berbeda dengan musim haji tahun 2009 ini. Kalau biasanya para calon jamaah haji begitu senang ketika dia mendapatkan kepastian berangkat ke tanah suci, justru pada musim tahun ini mereka resah. Pasalnya, untuk mendapatkan visa mereka harus melakukan imunisasi meningitis terlebih dahulu. Sebenarnya ketentuan ini sudah berlaku selama beberapa tahun. Yaitu semenjak adanya Nota Kesepahaman Diplomatik Indonesia-Arab Saudi No. 211/94/71/577 tahun 2006. Hanya saja, keresahan itu baru muncul pada tahun ini karena tersebar kabar bahwa vaksin tersebut mengandung enzim babi (porcine).
Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Departemen Kesehatan (Depkes) Tjandra Yoga Adhitama mengatakan, selain digunakan jamaah haji Indonesia, vaksin meningitis juga telah digunakan oleh negara-negara lain yang mengirimkan jamaah haji. Misalnya Saudi Arabia, Iran, Nigeria, Yaman, Malaysia, Filipina, Singapura, Pakistan, Bangladesh, Ghana, India, Kazakhstan, Kumait, Libanon, dan masih banyak lagi.

Apakah Meningitis itu?
Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri, ataupun jamur yang menyebar masuk ke dalam darah dan berpindah ke dalam cairan otak.
Banyak ahli kesehatan berpendapat penyebab penyakit meningitis adalah virus yang umumnya tidak berbahaya dan akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik. Namun meningitis yang disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh jamur sangat jarang. Jenis ini umumnya diderita oleh orang yang daya tahan tubuhnya menurun seperti pada penderita HIV/AIDS.

Sejauh manakah vaksinasi meningitis diperlukan bagi calon jamaah haji?
Meningitis adalah penyakit menular. Pada tahun 2000 lalu, sebanyak 14 orang jamaah haji Indonesia tertular penyakit ini. Sebanyak 6 orang dari 14 penderita meningitis tersebut meningal di Arab Saudi dengan penyebab kematian meningitis meningokokus serogrup W – 135. Angka tersebut bertambah pada tahun 2001 menjadi 18 penderita dan enam di antaranya meninggal di Arab Saudi.
Arab Saudi memang dikenal sebagai negara endemi penyakit meningitis. Oleh karenanya, untuk melindungi jamaah haji atau umrah dari kemungkinan tertular dan menularkan meningitis kepada orang lain, maka jamaah tersebut perlu divaksinasi meningitis. Mereka yang telah menjalani vaksinasi, akan diberikan ‘kartu kuning’ atau Internacional Certifikate of Veccination (ICV) yang dikeluarkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat.

Benarkah vaksin meningitis mengandung enzim babi (porcine)?
Berita bahwa vaksin meningitis dicurigai mengandung enzim babi bermula dari sebuah laporan penelitian yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) Sumatera Selatan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Hasil temuan tersebut kemudian diumumkan kepada publik pada 24 April 2009 oleh Ketua MUI Sumsel KH Sodikun.
Glaxo Smith kline (GSK) sebagai produsen vaksin meningitis yang digunakan oleh Departemen Kesehatan RI, membantah bahwa produknya mengandung unsur babi. GSK menerangkan, bahwa memang pada awalnya mereka menggunakan enzim babi sebagai katalisator dalam proses pembuatan vaksin meningitis (”Old” Mencevax TM ACW 135 Y). Namun hal ini tidak dilakukan lagi pada proses pembuatan vaksin meningitis yang baru (NEW” Mencevax TM ACW 135 Y) yang digunakan sejak akhir tahun 2008.
Klaim GSK ini ternyata hanya isapan jempol belaka. Dalam presentasi GSK di hadapan sejumlah lembaga terkait, terungkap bahwa pembuatan vaksin meningitis ternyata masih menggunakan enzim babi.
“Meski pada hasil akhirnya vaksin meningits itu tak lagi mengandung enzim babi, namun dalam prosesnya masih menggunakan enzim babi,” ungkap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Umar Shihab, kepada Republika , Jumat (22/5). Menurut Kiai Umar, kepastian penggunaan enzim babi itu terungkap saat perusahaan GSK, mempresentasikan proses pembuatan produknya di Gedung Depkes pada Rabu (20/5).
KH. Ma`ruf Amin yang juga Ketua MUI memberikan pernyataan senada, beliau mengatakan: “Walaupun dalam rapat tersebut perusahaan pembuat vaksin telah membantah produknya mengandung unsur babi, tetapi dalam proses pembuatannya mulai dari bahan baku hingga menjadi vaksin ternyata bersentuhan dengan porcine sebanyak tiga kali”.

Kemungkinan Pembuatan Vaksin Bebas Porcine
Adalah Abdulah Mu’nim dan Herman Suryadi, keduanya adalah ahli farmasi dari Univesitas Indonesia (UI), yang melontarkan kemungkinan vaksin meningitis bisa menggunakan enzim yang halal, misalnya dari hewan yang halal atau dari mikroba sendiri.
Sementara di Malaysia, pemerintah negeri itu menjamin penuh vaksin meningitis yang disuntikkan untuk calon jamaah umrah dan haji tak mengandung babi dan tak berkaitan dengan babi. Jaminan itu dikemukakan Wakil Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Rosnah Abdul Rashid Shirlin yang dikutip harian Utusan Malaysia edisi Rabu, (10/6). Menurut Rosnah, vaksin yang dihebohkan di Indonesia tidak terjadi di Malaysia. Vaksin meningitis yang diberikan kepada jamaah haji dan umrah yang dilakukan di Malaysia, katanya, telah diuji dan melalui proses penelitian lebih dulu dan ternyata tidak menimbulkan masalah hingga kini.
Kantor Berita Malaysia, Bernama, edisi Selasa (5/5) lalu memberitakan bahwa Negeri jiran itu telah berhasil membuat vaksin meningitis halal dari enzim sapi. Proses penyembelihan sapi sebagai bahan vaksin juga dilakukan dengan islami.Vaksin baru tersebut akan selalu dan mengharuskan mengikuti prosedur, antara lain, penelitian dan percobaan. Vaksin tersebut baru bisa dipasarkan setelah melewati berbagai prosedur, seperti prosedur jaminan keamanan vaksin, sertifikasi vaksin, registrasi, dan persyaratan umum lainnya. Vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama antara Universiti Sains Malaysia (USM) dan Institut Finlay dari Kuba, untuk mengembangkan vaksin meningitis halal, yang telah dimulai sejak dua tahun lalu. Vaksin tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi andalan produksi bioteknologi kedua negara.

Vaksin Meningitis dalam tinjauan hukum Islam
Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkesimpulan bahwa vaksin meningitis produksi Belgia yang digunakan jamaah Indonesia dan puluhan negara lainnya adalah haram.
Berikut ini adalah kutipan pernyataan KH. Ma`ruf Amin, Ketua MUI, pada wartawan Republika usai rapat MUI yang membahas vaksin di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (16/7).
“Keputusannya, bahwa vaksin Meningitis produksi Belgia itu yang digunakan oleh Depkes untuk jamaah haji kita, adalah haram karena mengandung enzim babi… Namun, karena untuk calon jamaah haji intinya wajib harus divaksin karena ketentuan dari pemerintah Arab saudi, maka kita perbolehkan dengan hukum darurat bagi yang berhaji wajib atau pertamakali haji… Namun hukum darurat ini tidak berlaku bagi yang berhaji yang kedua dan seterusnya,”.
Dikatakan KH. Ma’ruf bahwa Fatwa MUI ini sifatnya sementara sampai ditemukan vaksin yang halal. “Atau sampai kebijakan pemerintah Arab saudi yang mengharuskan vaksin meningitis ini dicabut,” tutur Kiai Ma’ruf. “Kami juga merekomendasikan paling lambat tahun 2010, pemerintah sudah harus memperoleh vaksin yang halal atau memproduksi sendiri vaksin yang halal,” tegas Kiai Ma’ruf.

Pada dasarnya saya setuju dengan keputusan MUI tersebut, hanya saja saya kurang sependapat dengan KH. Ma`ruf Amin yang memperbolehkan vaksinasi bagi yang berhaji wajib atau pertamakali haji dengan alasan dhorurot. Menurut hemat saya, dalam masalah ini sama sekali tidak ada dhorurot sehingga dapat diberlakukan kaidah fiqh “Al-Dhorurot Tubih al-Mahdzurot” (keadaan darurat dapat memperkenankan sesuatu yang dilarang). Karena –sebagaimana sudah maklum- ibadah haji adalah ibadah yang bersifat wajib `ala tarokhy, artinya boleh ditunda pelaksanaannya walaupun bagi orang yang sudah mampu.
Dan seandainyapun yang dimaksud dengan dhorurot disini adalah pengertian yang lumrah kita baca di kitab-kitab fiqh, yaitu ancaman gangguan kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa atau lainnya sehingga dapat memperbolehkan bertayammum (mubih al-tayammum). Keputusan hukum di atas tetaplah tidak akan berubah dengan dua alasan:
Pertama : sebagaimana dijelaskan sebelumnya, vaksinasi dimaksudkan sebagai tindakan prefentif agar jamaah haji terhindar dari kemungkinan tertular dan menularkan meningitis terhadap orang lain ketika berada di Arab Saudi. Sementara untuk kondisi Indonesia, kemungkinan ini hampir tidak ada. Ini berarti hukum dhorurot tidak berlaku bagi para jamaah yang masih berada di Indonesia, walaupun dia tergolong calon jamaah haji wajib. Karena –sebagaimana dipaparkan sebelumnya- kewajiban haji bersifat `ala tarokhy.
Kedua : vaksinasi meningitis dapat dilakukan dengan menggunakan cara-cara yang halal. Misalnya dengan menggunakan vaksin bebas porcine sebagaimana yang –katanya- digunakan di Malaysia, atau dengan cara-cara alami sbb:
Laksanakan hijamah/bekam 1bulan 1 x (3 bulan berturut-turut sebelum naik haji)
Sangat perlu makan yang segar-segar
Pagi : Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas
Siang : Wortel 1 gelas, bit 1/3 gelas, Timun 1/3 gelas
Sore : Wortel 1 gelas, seledri ½ gelas, Bayam 1/3 gelas
Malam : Wortel 1 gelas
Tambahan : Habatusauda, madu, sari kurma
Makanan minuman: Back to nature, tidak msg, vetsin, instan.
Alasan kedua ini semakin melemahkan argumen MUI. Karena diantara syarat diperbolehkannya menggunakan benda najis atau haram sebagai obat adalah apabila pengguanaan benda tersebut merupakan alternatif terakhir.
Adapun apabila cara-cara halal ini tidak mendapatkan pengakuan dari Depkes RI. Maka ini adalah masalah lain yang tidak dapat merubah keadaan normal menjadi darurat atau yang haram menjadi halal.
Walhasil, hukum vaksinasi meningitis menggunakan Mencevax TM ACW 135 Y buatan GSK Belgia adalah haram. Tidak ada alasan mendasar untuk memperbolehkannya dengan alasan darurat, karena memang kriteria darurat belum terpenuhi.

Kriteria darurat sebagaimana yang disampaikan oleh KH. Ma`ruf Amin mungkin dapat berlaku bagi orang yang berkewajiban menunaikan ibadah haji sesegera mungkin (man wajaba `alaihi al-hajj fauron), disebabkan oleh nadzar atau yang lain. Namun demikian, ini masih memerlukan kajian lebih mendalam apakah memang benar dia itu sudah dianggap dalam keadaan darurat (mudhthor) atau justeru ibadah haji menjadi tidak wajib baginya karena dianggap belum mampu (istitho`ah).
Mengingat semakin dekatnya musim haji 1430 H. dan sampai sekarang belum ada kabar Depkes RI telah mendapatkan vaksin meningitis halal. Pemerintah Arab Saudi juga belum mencabut peratuannya mengenai vaksinasi. Maka perlu dikaji secara mendalam kemungkinan vaksin tersebut dapat dihukumi suci dan halal dengan berbagai pendekatan fiqh. Selain pendekatan darurat tentunya.
Dua pertanyaan ini menunggu hasil kajian anda. Fahal min mujiib..?

Hidup Sehat dengan Shalat

aDi dalam Islam terkandung nilai-nilai syariat yang begitu indah dan berkeadilan. Setiap diri — baik Muslim maupun non Muslim — tidak dirugikan sedikit pun oleh Islam. Hukum, aturan, nilai, dan etika dalam syariat Islam adalah paling sempurna. Setiap bagian dari ajaran Islam mengandung hikmah. Di balik hukum-hukum dan kewajiban syariat yang telah ditetapkan Allah SWT, terkandung rahasia-rahasia yang mendalam dan hikmah-hikmah yang menakjubkan. Akal manusia terlalu pendek untuk menyelami segala rahasia dan hikmah itu. Syariat ini diturunkan kepada manusia melalui Nabi dan Rasul, tidak lain adalah demi kebaikan dan kemaslahatan manusia itu sendiri, baik duniawi maupun ukhrawi.

Tak terkecuali shalat, dari kalimat yang kita dengar sehari lima kali, “Hayya ‘alas shalah, hayya ‘alal falah,” (Marilah melakukan shalat, marilah menuju kebahagiaan) jelas tersurat bahwa dengan menegakkan shalat, manusia akan menemukan kebahagiaan. Allah menyatakan,

“Sungguh berbahagialah orang-orang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya“.

Dari penjelasan ini nyata bahwa shalat yang khusyuk akan mengantarkan seorang hamba Allah kepada kebahagian sejati. Kebahagiaan itu berupa kenikmatan abadi yang akan dikaruniakan Allah di akhirat kelak. Di dunia, orang yang shalatnya khusyuk akan merasakan kebahagiaan dan ketentraman hati.

Ibadah shalat merupakan bentuk dzikir yang paling luhur, perilaku taat yang paling utama sebagai refleksi dari puncak kepatuhan dan penghambaan diri. Di dalamnya, terwujud kebesaran Sang Pencipta dan kenistaan makhluk. Dari itu, shalat menempati posisi kedua dalam rukun Islam setelah mengucapkan kalimat syahadat.

Bagi para shalihin, bertemu Allah lewat shalat adalah saat yang paling dinantikan, karena pada waktu itulah ia bisa mencurahkan semua isi hati dan bermi’raj menuju Allah. Sesuai sabda Nabi SAW,
الصَّلاَةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِيْنَ

“Ibadah shalat adalah mi’raj bagi orang mukmin”

Seorang muslim yang sadar bahwa dirinya adalah hamba Allah, akan menandai terbit fajar sebagai awal pergantian malam dan siang dengan menghadap Allah melalui shalat Subuh. Ia membuka rutinitas kesehariannya, mensyukuri keselamatan yang dianugerahkan ketika ia bangun dari tempat tidurnya untuk kemudian bekerja keras dan mencari rejeki Allah.

Matahari bergeser dari atas ubun-ubun, otak dan hati i disejukkan kembali dengan bertemu Allah dalam shalat Dhuhur. Ketika matahari condong ke arah barat, sebagian manusia istirahat dan melepas lelah, ada pertemuan lagi dengan Allah dalam shalat Ashar, demi mensyukuri nikmat atas petunjuk Allah dalam setiap usahanya. Matahari terbenam dan siang telah berganti malam, stamina tubuh yang mulai bugar diajak bersujud kepada Allah dengan shalat Maghrib. Saat bintang-bintang bertaburan memenuhi langit yang hitam kelam, dan manusia hendak menikmati istirahat malam, ia menghadap dulu kepada Al-Khaliq sambil bersyukur dalam shalat Isya’.

Begitulah perjalanan hidup seorang mukmin, hari demi hari ditandai dengan menghadap Allah, menjadikan hidup penuh arti. Karena setiap pertemuan dengan Allah di dalam shalat akan mempunyai nilai tak terduga dan rahasia tersendiri. Selanjutnya, ia akan kembali lagi ke alam realitas untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang didapat dari shalatnya. Inilah makna sesungguhnya dari shalat.

Shalat adalah tolok ukur kedudukan seseorang dalam Islam. Sesungguhnya setiap orang yang menganggap ringan dan meremehkan shalat, maka pasti ia juga menganggap ringan dan meremehkan dinul Islam, Bila ingin mengetahui kadar perhatian Anda terhadap Islam, maka periksalah perhatian Anda terhadap shalat, sebab kadar keislaman di hati Anda adalah seukuran kadar shalatnya. Bila Anda ingin mengukur keimanan seseorang, maka lihatlah seberapa besar ia mengagungkan shalat.

RAHASIA dan HIKMAH

Latar belakang disyari’atkannya shalat di satu sisi sebagai pembuktian ketundukan dan penghambaan diri terhadap Allah dan di sisi lain sebagai bentuk syukur terhadap nikmat dari Yang Maha Besar, diantaranya adalah, nikmat penciptaan makhluk; Allah telah menjadikan manusia dengan bentuk yang paling sempurna, hingga tak seorang pun berharap diciptakan dengan selain bentuk ini. Allah berfirman,

“Sungguh kami telah ciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik”.

Begitu pula nikmat sehat, karena dengan kesehatan anggota badan, seseorang mampu berbuat banyak kebajikan. Termasuk di dalamnya nikmat pemberian sendi-sendi yang elastis dalam anatomi tubuh yang sempurna sehingga dapat difungsikan dalam kondisi apapun. Allah kemudian memerintahkan kita untuk menggunakan nikmat-nikmat itu dalam kepatuhan. Dalam shalat, kita padukan angggota badan, lisan, hati serta jiwa untuk berlutut dan memuja kepada-Nya, agar semua anggota dapat mensyukuri nikmat-nikmat yang ada.

Diantara hikmah yang terkandung dalam shalat adalah disiplin waktu, orang yang shalat tepat pada waktunya dapat dilihat dari sikapnya yang efektif menggunakan waktu. Ia tidak membiarkan nikmat yang mahal harganya ini berlalu sia-sia.

Pelajaran berikutnya dari shalat adalah kebersihan. Shalat tidak sah dilakukan apabila tidak diawali dengan bersuci. Hikmahnya, orang yang shalatnya khusyu’ akan cinta dengan hidup bersih, dan akan selalu berpikir bagaimana lahir batinnya bisa selalu bersih. Termasuk rukun shalat adalah niat. Seorang yang shalatnya khusyu’ akan selalu menjaga niat dalam setiap perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak mau bertindak sebelum yakin niatnya lurus karena Allah. Shalat juga memiliki rukun yang tertib urutannya. Jadi, hikmah yang bisa diraih adalah cinta keteraturan. Shalat mengajarkan agar seorang mukmin senantiasa tertib, teratur, dan prosedural dalam hidupnya. Selain itu, shalat melatih kita untuk tawadhu’, ketika sujud, kepala dan kaki sama derajatnya. Bahkan dalam shalat setiap orang sama derajatnya. Setidaknya hal itu bermakna, dalam hidup kita harus tawadhu’, sebab kemuliaan hakiki hanya pantas dimiliki Allah SWT.

Shalat ditutup dengan salam, yang merupakan sebuah doa agar orang di sekitar kita diberi keselamatan dan keberkatan dari Allah. Ucapan salam ini sekaligus ‘garansi’ bahwa diri kita tidak akan pernah berbuat dzalim pada orang lain.

Dalam hadits Nabi SAW menegaskan,

اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ اْلمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang Muslim adalah dia yang orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”

Hikmah lain di balik sejumlah kewajiban shalat sehari semalam adalah agar selalu berlangsung hubungan (munajat) antara hamba dan Tuhannya dalam ketaatan yang kontinyu, sehingga dia selalu sadar berada dalam pengawasan-Nya dan selalu takut kepada-Nya. Bila seorang hamba menghadap Tuhannya sehari lima kali, selalu ingat pada-Nya setiap saat, menyadari bahwa AlIah Yang Maha Tahu mendeteksi semua rahasia dan mengetahui bahwa Allah akan menghitung semua amal, baik yang kecil maupun yang besar, maka jelas hal itu akan mengantarkan seorang hamba untuk melaksanakan hak-hak agama, senantiasa takut kepada Allah dan berharap untuk meraih pahala. Sehingga bila terjebak dalam perbuatan dosa, maka ia cepat-cepat bertaubat memohon pengampunan dari-Nya.

Disamping hal-hal di atas, shalat juga membina rasa persatuan dan persaudaraan diantara muslimin. Umat Islam di seluruh dunia menghadap kiblat yang sama, yaitu Ka’bah. Hal ini akan membawa dampak psikologis yaitu persatuan, kesatuan, dan kebersamaan umat. Contoh lain adalah pada shalat berjamaah, setiap makmum mempunyai kewajiban mengikuti gerakan imam, sedangkan apabila imam melakukan kesalahan, maka makmum mengingatkan. Sehingga akan timbul diantara jama’ah rasa kebersamaan, persatuan, persaudaraan dan kepemimpinan.

SUJUD TAMBAH KECERDASAN

Disamping mengandung hikmah secara moral seperti diuraikan di atas, shalat juga mengandung hikmah secara fisik. Banyak ahli-ahli (sarjana) kedokteran termasyhur membuktikan manfaat shalat terhadap kesehatan. Berikut studi pembuktiannya, dimulai dari bersedekap setelah takbirotul ihrom, meletakkan telapak tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri merupakan istirahat yang paling sempurna bagi kedua tangan. Sikap seperti ini memudahkan aliran darah mengalir kembali ke jantung, serta memproduksi getah bening dan air jaringan dari persendian tangan menjadi lebih baik sehingga gerakan di dalam persendian akan menjadi lancar. Hal ini menghindari timbulnya penyakit persendian seperti rheumatik. Sebagai contoh, orang yang mengalami patah tangan, maka lengan penderita tersebut dilipatkan di atas perut dengan mitella yang disangkutkan di leher.

Kedua, ruku’, membungkukkan badan dan meletakkan telapak tangan di atas lutut sehingga punggung sejajar membentuk suatu garis lurus. Sikap yang demikian ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Selain itu, rukuk merupakan latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat

Ketiga, I’tidal, yaitu bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak. Variasi gerakan berdiri, ruku’, berdiri lagi, kemudian sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

Keempat, sujud, Dengan sikap sujud ini maka dinding dari urat-urat nadi yang berada di otak terlatih untuk menerima aliran darah yang lebih banyak dari biasanya, karena otak pada waktu itu terletak di bawah. Latihan semacam ini dapat menghindarkan mati mendadak akibat tekanan darah secara tiba-tiba yang menyebabkan pecahnya urat nadi bagian otak karena emosi yang berlebihan dan sebagainya.

Seorang dokter neurology asal Amerika -yang akhirnya masuk Islam- menemukan, di dalam otak manusia terdapat beberapa syaraf yang tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci dari otak memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi sempurna. Tetapi ketika seseorang sujud, darah dapat mengalir memasuki urat syaraf tersebut. Urat ini memerlukan darah pada saat-saat tertentu saja. Artinya kebutuhan ini terpenuhi hanya pada waktu shalat.

Posisi sujud juga mengalirkan darah kaya oksigen secara maksimal dari jantung ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Dengan kata lain, sujud yang tuma’ninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak.

Kelima, Duduk Iftirasy (tahiyat awal), posisi duduk seperti ini menyebabkan tumit menekan otot-otot pangkal paha. Pijitan tersebut dapat menghindarkan penyakit saraf pangkal paha (neuralgia) yang menyebabkan tidak dapat berjalan. Disamping itu, tumit menekan aliran kandung kemih, kelenjar kelamin dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur ini bisa mencegah impotensi.

Dan yang terakhir, salam, Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Hal ini sangat berguna untuk relaksasi otot sekitar leher dan kepala, menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Satu lagi penelitian para ahli yang menjawab rahasia di balik anjuran shalat Tahajjud. Cuaca di malam hari yang biasanya dingin dan lembab menyebabkan banyak lemak jenuh melapisi saraf kita hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran. Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita. Jadi, dengan shalat malam urat tidur kita lebih terkendali.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa shalat disamping merupakan ibadah yang wajib dan istimewa ternyata juga mengandung manfaat yang sangat besar bagi kesehatan, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup umat manusia. Shalat adalah anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman.

Di balik tirai kematian

1856282382_85697009a41-234x300Kearifan seorang muslim ditandai dengan bagaimana dia memandang hidup di dunia ini. Begitu banyaknya ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang mengisyaratkan betapa tiada berartinya hidup di dunia jika dibandingkan dengan kehidupan abadi di akherat. Pandangan yang mengedepankan materi bukanlah yang diajarkan oleh Islam, sekalipun seorang muslim tidak juga dibenarkan untuk mengabaikan kehidupan duniawi yang dijalaninya.

Tatkala mendengar berita kematian tiba-tiba yang menimpa seorang sahabat, kita pun jadi tercengang-cengang seolah tak dapat berbicara. Biasanya, ucapan-ucapan seperti ”tidak percaya”, ”baru sejam lalu saya bercakap-cakap dengan dia”, ”barangkali beritanya salah”, dan lain sebagainya terdengar dimana-mana.

Sebenarnya orang tidak perlu terheran-heran karena kematian mendadak. Cara mati memang bisa beraneka macamnya, namun yang dapat didefinisikan sebagai suatu kematian ya itu itu juga. Allah memiliki kekuasaan mutlak untuk mengakhiri perjalanan hidup setiap orang dan tiada suatu kekuatan apa pun juga yang mampu menentang kekuasaan ini. Adapun kematian tiba-tiba yang menimpa seseorang karena gagalnya salah satu organ tubuh seperti serangan jantung hanyalah satu diantara sekian banyak cara.

Yang seharusnya membuat setiap muslim terpana dan merenungi kematian seperti dikatakan diatas adalah hikmah dan isyarat Allah dibaliknya. Kematian mendadak yang pada suatu kali menimpa sahabat kita, bisa juga terjadi pada setiap orang termasuk diri kita sendiri. Kemudian timbullah pertanyaan, sudahkah kiranya kita berbenah diri menghadapinya? Sudahkah kita siap menempuh perjalanan panjang ini?

Di dalam kehidupan manusia di dunia ini, Allah memberikan berbagai macam contoh dan perbandingan. Contoh-contoh dan perbandingan ini diciptakan Allah agar manusia mengambil hikmah dan belajar, untuk kemudian melangkah meniti hidupnya sesuai dengan ridho dan amanah yang dibebankan Allah kepadanya. Tak satu pun dari contoh dan perbandingan-perbandingan ini yang sia-sia karena memang tak ada ciptaan Allah yang demikian.

Berakhirnya kehidupan seseorang secara tiba-tiba adalah satu dari sekian banyak contoh atau ”i’tibar” yang diciptakan Allah bagi manusia yang lain. Tujuannya agar kita menjadi waspada dan berhati-hati. Tujuannya agar kita juga tahu bahwa kematian tidak selalu relevan dengan usia muda dan kondisi kesehatan seseorang. Sayangnya, tidak banyak orang yang pandai melihat sisi ini. Umumnya orang cuma termangu dan terkejut. Orang kemudian menangis dan bercerita panjang lebar tentang kisah perjalanan sahabat kita itu semasa hidupnya. Kita lupa bahwa hakikat dari peristiwa ini sama sekali bukanlah semua itu.

Diatas saya katakan bahwa menjadi seorang muslim, kita harus arif mempersepsi hidup ini. Kearifan dan kebijakan hendaknya terwujud dan teraplikasikan dalam perilaku kita sendiri. Menunda-nunda kebajikan dan amal saleh adalah pertanda ketidak-arifan. Menyia-nyiakan kesempatan, usia dan waktu yang diberikan Allah kepada kita hari ini adalah sikap yang tidak bijaksana.

Lihatlah bagaimana hampir setiap orang berusaha mempersiapkan dan menata hari depannya sebaik dan secermat yang ia bisa. Manusia senantiasa dibayangi oleh kecemasan dan kegelisahan hari esok. Alfin Toffler menulis sebuah buku berjudul Future Shocks karena menurut dia masa-masa mendatang akan penuh dengan kejutan. Orang berusaha menabung karena khawatir akan masa tua dan hari-hari mendatang. Padahal, sebagai muslim, kita juga selalu diingatkan bahwa hari depan sebenarnya yang perlu dipersiapkan sebaik-baiknya adalah hari depan akhirat yang tiada akhirnya. Di dalam surat Al-Hasyr ayat 18 Allah mengingatkan kita untuk bertakwa kepadaNya dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).

Islam mengatur kehidupan manusia di dunia dengan proporsi yang seimbang. Kehidupan duniawi harus diperjuangkan dan ditempuh dengan sebaik-baiknya. Untuk mempertahankan dan melestarikan misi manusia di dunia, orang perlu berusaha dan bekerja keras. Islam memandang kemiskinan dan kebodohan sebagai penyakit yang harus dikikis sebab kemajuan dan perkembangan suatu umat sangat ditentukan oleh kesejahteraan dan pendidikan. Namun disisi yang lain, Al-Qur’an senantiasa mengingatkan kita, betapa rapuh dan penuhnya kehidupan duniawi ini dengan tipu daya dan senda gurau. Banyak petunjuk Allah dalam Al-Qur’an yang mengisyaratkan betapa jauhnya perbandingan kehidupan di dunia yang serba fana ini dengan rona kehidupan akhirat yang abadi dan tak pernah ada akhirnya.

Maka beruntunglah mereka yang dapat memanfaatkan setiap helaan napas yang diberikan Allah kepadanya untuk meningkatkan amal saleh dan baktinya kepada Sang Pencipta. Beruntunglah mereka yang tidak menyia-nyiakan usia muda, kesehatan, kesenggangan dan umurnya untuk mempersiapkan kehidupan berikutnya, sebelum dijemput oleh ketuaan, sakit, kesibukan dan kematian.

Diatas saya mengatakan bahwa seorang muslim yang arif adalah mereka yang tidak menunda apa yang dia bisa lakukan hari ini. Menunda kebajikan di dalam hidup kita, tak ubahnya bagai menunda suatu kemenangan di depan mata. Menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah, adalah laksana menanti kekalahan yang akan disusul oleh penyesalan berkepanjangan. Tengoklah betapa cermatnya petunjuk Al-Qur’an yang difirmankan Allah dalam Ali ’Imran 133 :

”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”

Amati dengan baik penggunaan kata ”saari’u” dalam ayat ini yang menandakan perlunya kita bersegera diri meraih ampunan Allah dan memperoleh tempat di surga yang luasnya sama dengan luas langit dan bumi dipadu jadi satu. Surga yang demikian tiada berbatas dan penuh dengan segala kenikmatan, disediakan Allah bagi mereka yang bertakwa.

Tadi saya mengatakan bahwa di dalam kehidupan manusia di dunia ini, Allah menciptakan berbagai contoh dan perbandingan untuk menjadi bahan kajian. Dari sekian banyak contoh yang ada dalam Al-Qur’an, saya ingin mengajak pembaca menelaah firman Allah dalam surat Ali ’Imran 188 yang

kira-kira maknanya begini : ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

Diriwayatkan oleh At-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa suatu kali orang-orang Quraisy datang kepada orang-orang Yahudi menanyakan mu’jizat yang dibawa Musa kepada mereka. Orang-orang Yahudi pun menjawab, ”Tongkat dan tangannya yang putih bercahaya.” Setelah itu mereka pun bertanya kepada orang-orang Nasrani tentang mu’jizat yang telah dibawa Isa bagi kaum Nasrani. Jawabannya adalah, Isa dapat menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan bahkan menghidupkan orang mati. Ketika orang-orang ini kemudian menghadap Rasul dan minta Rasul berdoa agar gunung Shafa menjadi emas, maka turunlah ayat diatas. Ayat ini mengisyaratkan agar mereka memperhatikan apa yang telah ada, yang akan lebih besar manfaatnya bagi orang-orang yang bisa menggunakan akalnya.

Kematian secara tiba-tiba yang menimpa seseorang kiranya juga merupakan satu dari sekian banyak ayat Allah di dalam perjalanan hidup manusia di dunia. Mereka yang tidak jeli membaca dan merenungkan ayat ini akan terkejut, terbingung-bingung tapi kemudian melewatkannya begitu saja. Namun orang-orang yang mampu membacanya dengan arif dan seksama, akan menjadikan ayat ini sebagai petunjuk dan sekaligus peringatan berbenah diri tanpa harus terlalu terkejut.

Tak ada satu pun makhluk di permukaan bumi ini yang menghendaki kematian. Di dalam surat Al-Baqarah ayat 94 Allah menantang dengan firmanNya yang berbunyi :

”Katakanlah, jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian (mu) jika kamu memang benar.”

Kalau saja orang berpotensi menentukan pilihan, kiranya setiap orang akan memilih hidup selamanya. Orang memandang kematian sebagai pungkasan dari semua kebahagiaan dan kemilau dunia. Kematian berarti berakhirnya semua kekuasaan, kepopuleran, kekayaan dan semua atribut yang senantiasa menjadi kejaran manusia.

Namun manusia memang tak kuasa menentukan pilihan hidup dan mati. Kematian adalah suatu proses yang harus dialami setiap orang sekalipun ia berusaha berlindung di benteng berlapis. Mengapa setiap orang harus melewati proses ini ? sebab hidup ini laksana hamparan ruang ujian sementara kematian adalah pintu menuju penentuan lulus dan tidak. Renungkan petunjuk Allah di awal surat Al-Mulk :

”Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Tanpa proses kematian tentu tak akan ada yudisium penentuan lulus dan tidak. Tanpa pintu kematian, tak akan ada ketetapan siapa yang berhasil atau gagal melewati misi manusia sebagai wakil Allah di permukaan bumi.

Kematian mendadak yang menimpa seseorang sudah barang tentu akan direspon keluarganya dengan penuh duka cita. Siapa yang tak akan terperanjat dan tersentak ketika tiba-tiba seseorang yang begitu dekat dengan kita mendadak harus pergi untuk selama-lamanya. Namun, coba kita renungkan, alangkah beruntungnya orang yang harus berpisah dengan dunia ini tanpa harus mengalami penderitaan yang panjang.

Banyak diantara kita yang sudah menyaksikan penderitaan panjang orang sebelum akhirnya harus meninggal juga. Bayangkan rasa sakit, kekesalan dan putus asa yang harus diderita orang-orang dengan penyakit tertentu. Bayangkan pula kesulitan membiayai semua ini terutama bagi mereka yang tidak berkantong tebal.

Saya justru melihat ada sisi istimewa dari seorang muslim yang mendapat kesempatan mati tanpa sakit, penderitaan dan beban menyusahkan orang lain. Boleh jadi, di hadapan Allah, orang-orang seperti ini menyimpan kebajikan tersendiri sehinga dibalas Allah dengan kenikmatan trakhir di dunia seperti ini.

Saya tahu, ketika saya menggunakan kata ”kenikmatan”, banyak diantara kita akan bertanya-tanya. Sebelum pertanyaan dilontarkan, ijinkan saya bertanya terlebih dahulu …… Adakah diantara kita, yang karena enggan kepada kematian, lebih suka menjalani penderitaan-penderitaan panjang yang saya gambarkan tadi sebelum akhirnya harus mati juga ……. ?

Bukti Ayat -ayat Allah SWT dalam Gempa di SUM-BAR

gempa-sumbarGempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52. Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:

Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.

Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat.

Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.

Kedua, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.

Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt
Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

Kejadian di pkl.17:16 seperti dalam (QS. Al Israa’ ayat 16) :
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Kejadian di pkl.17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58):
“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

Kejadian di pkl.8.52 (QS. Al Anfaal: 52):
“(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.

Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).

Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).

David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri gais darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.

Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai “…pengikut-pengikutnya.”

Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.