PENGGUNAAN PERASETAT UNTUK PEMUTIHAN PULP DARI KERTAS BEKAS Abstrak

Kertas merupakan salah satu kebutuhan yang penting di dunia. Pembuatan pulp dan kertas di Indonesia pada umumnya menggunakan kayu hutan seperti pinus. Eksploitasi hutan yang terus menerus akan menimbulkan banyak problem terutama
penggundulan hutan dan semakin menipisnya cadangan kayu dan luas hutan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif bahan baku lain yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pulp dan kertas seperti mendaur ulang kertas bekas seperti kertas koran.
Pulp koran bekas masih memiliki warna yang gelap, karena tidak mengalami pemutihan. Hal ini disebabkan oleh gugus kromofor dalam lignin yang tersisa yang yang dibentuk selama proses pulping. Untuk menghilangkan sisa lignin biasanya
digunakan cara oksidasi yang diikuti dengan reaksi pemutihan (bleaching). Bila pulp masih mengandung lignin yang tinggi maka kualitas kertas menjadi rendah dengan sifat kaku, mudah patah dan berwarna gelap. Salah satu oksidator yang dapat menurunkan lignin adalah asam perasetat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemutihan dengan menggunakan asam perasetat dengan konsentrasi yang berbeda terhadap rendemen, daya terputihkan sifat kimia dan fisik pulp koran bekas yang diputihkan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan teknologi terapan alternatif untuk mengatasi
permasalahan limbah kertas bail( rumah tangga, perkantoran, maupun industri.
Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Kelompok Acak Lengkap (RKAL) dengan perlakuan perbedaan konsentrasi asam perasetat (0%, 3%, 6% 9% dan 12%), dengan tiga kali pengulangan. Data basil percobaan dianalisis dengan sidik ragam pads taraf 1% dan 5%, kemudian dilakukan pengujian lanjutan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Pulp yang belum diputihkan dan yang sudah diputihkan selanjutnya diuji sifat-sifat kimianya. Sifat-sifat kimia meliputi selulosa, hemiselulosa, lignin. Selain itu diuji juga rendemen dan derajat keputihannya dan sifat fisik seperti ketahanan tarik, ketahanan
sobek dan ketahanan retak pulp yang dihasilkan.
Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Penambahan konsentrasi asam perasetat pada proses pemutihan pulp kertas koran bekas, menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap rendemen, sifat kimia dan daya terputihkan pulp kertas koran bekas; (2) Peningkatan konsentrasi asam perasetat
sampai dengan 9% akan meningkatkan rendemen dan kadar selulosa, derajat putih, indeks sobek, indeks retak dan indeks tank, peningkatan di atas 9% akan menurunkan rendemen, kadar selulosa, kadar hemiselulosa dan indeks retak dan indeks tarik pulp kertas koran bekas; (3) Konsentrasi optimum untuk pemutihan pulp kertas koran bekas adalah 9% dengan rendemen 12,47%, kadar. selulosa 69,34%, kadar hemiselulosa 4,2053%, kadar lignin 32,43% dan indeks sobek 9,37 Nm 2/kg, indeks retak 1,63 MN/kg, indeks tank 36,44 Nm/g dan derajat putih 41,16 %GE.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s